edisi 02

judul

01

02

03
04

05

06

07

08

09

10

ref

12 Respon untuk edisi 02

  1. matur nuwun sudah sambang. edisi kedua b4 menghadirkan wawancara imajiner antara PKL dan rektor UGM dipandu bukan Andy F. Noya. Salah satu model Data-based Journalism dengan mengambil beberapa referensi dari media nasional. Sebenarnya rektor UGM dan PKL itu saling sahut-menyahut, sayang media suka tidak lengkap kalau mengutip. Jadi kutipan-kutipan tersebut coba disatukan lewat komik ini. Selamat membaca dan mohon tinggalkan komentar sebagai bahan evaluasi dan kritik bagi kami. ..

    nuwun

  2. Biaya yang segitu apakah tidak memberatkan PKL. Apakah sudah ada survey masalah ini. Bagaimana dengan pedagang angkringan dan penjula rokok yang keuntungannya tidak banyak ? Terus berbagai pedagang sejenis dijadikan satu lokasi apakah tidak akan terjadi persaingan yang tidak sehat.

    Tempat relokasi yang menurutku agak representatif itu di sekitar lembah yang memang kosong itu, sekalian jangka panjang mengumpulkan pedagang pecel lele jakal untuk di kumpulkan dalam Taman Kuliner UGM. Kok wong UGM saiki do ra cerdas tho ?

  3. klo menurutq sih, PKL emang kudu direlokasi..biar rapi. qt kan juga butuh PKL. Usulan bikin taman kuliner juga oke nih…tapi tar tetep ditarik biaya g ya? tar apa malah lebih mahal?
    tapi klo kayak gitu2gitu ngajuin ijinnya ke siapa sih?

  4. Taman Kuliner itu juga ide yang sangat bagus, asal dengan pertimbangan yang sudah tentu membutuhkan waktu kembali.

    Sekarang apakah UGM ada waktu untuk memikirkan hal seperti itu. Aku rasa tidak

    Rektorat pasti lebih memikirkan bagaimana mendapatkan mahasiswa dengan donatur tertinggi.

    salut buat b4.

  5. setuju tuh kata pak kelik
    kaya’nya UGM lebih butuh taman kuliner drpd plaza foodcourt di blkg kopma itu

  6. klo aq, kurang sependapat dengan taman kuliner…
    coz sama aja…PKL g bakalan mau pindah…lha wong mereka dah punya pasar dan tempat bagus kok malah dipindah….lagipula, target pasarnya kurang oke kalau di lembah…malah di food court itu tempatnya yang strategis…klo di lembah mah, sama aja boong…mana mau PKL bunderan pindah sana…

    rury, MIPA 2006

  7. keduaduanya ga ada yang salah..tapi juga keduanya ga ada yang bener..hehehe,bingung..ini emang cuma masalh komunikasi aja yang “miss” di antara kedua pihak..bisa kan kalo PKL tetap di tempatnya dan pihak UGM merapihkannya..hahha wagu

  8. mnrtq plaza food court itu dah keputusan paling tepat buat PKL dan UGM… soal lokasi, plaza food court emang paling strategis. Toh juga taman kuliner …cuma namanya aja beda. Yang lebih penting bagaimana UGM bisa mendatangkan banyak pelanggan ke plaza food court, sehingga bisa naikin pendapatan PKL. lah, klo gitu kan kebukti klo omongan UGM bener…apalagi rektor bilang klo UGm punya banyak ahli buat ningkatin pendapatan PKL…

  9. wah, PKL nya sekarang dah pindah tuh…kayaknya kudu ada berita lanjutan..klo menurutku sih udah bagus kok taruh di situ..cuman maslah promosi ma ngatur PKl agar g nambah aja…

  10. kok lum ada up date-nya yach? pembukaan tanggal 12 lho….

  11. walah….emang pada mau po klo smua PKL dipindahin ke taman semua???
    mesti ada yang ga mau, cz paling2 disuruh bayar sewa….bener g??

  12. Saya sebagai pengguna sepeda terus terang agak terganggu ketika melintasi jalur sepeda yang dipenuhi banyak PKL. Memang sebaiknya PKL direlokasi, dan menurut saya Plaza Foodcourt saat ini cukup ramai kok. Bahkan saya khawatir keberadaannya bakal menggusur Kafetaria Kopma UGM.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s